Terlepasnya sebagian atau seluruh
plasenta yang implantasinya normal, sebelum janin dilahirkan, pada masa
kehamilan atau persalinan, disertai perdarahan pervaginam, pada usia
kehamilan ³ 20 minggu.
KRITERIA DIAGNOSIS
Anamnesis
Perdarahan timbul akibat adanya trauma
pada abdomen atau timbul spontan akibat adanya penyulit pada kehamilan
yang merupakan predisposisi solusio plasenta. Faktor predisposisi
solusio plasenta antara lain : usia ibu semakin tua, multi paritas,
preeklampsia, hipertensi kronik, ketuban pecah pada kehamilan preterm,
merokok, trombofilia, pengguna kokain, riwayat solusio plasenta
sebelumnya, dan mioma uteri. Darah yang keluar tidak sesuai dengan
beratnya penyakit, berwarna kehitaman, disertai rasa nyeri pada daerah
perut akibat kontraksi uterus atau rangsang peritoneum. Sering terjadi
pasien tidak lagi merasakan adanya gerakan janin.
Pemeriksaan Status Generalis
Periksa keadaan umum pasien dan
tanda-tanda vital. Hati-hati adanya tanda pra renjatan (pra syok) yang
tidak sesuai dengan jumlah perdarahan yang keluar pervaginam.
Pemeriksaan Status Obstetri
Periksa Luar : uterus
terasa tegang atau nyeri tekan, bagian-bagian janin sulit diraba, bunyi
jantung janin sering tidak terdengar atau terdapat gawat janin, apakah
ada kelainan letak atau pertumbuhan janin terhambat.
Inspekulo : apakah
perdarahan berasal dari ostium uteri atau dari kelainan serviks dan
vagina. Nilai warna darah, jumlahnya, apakah encer atau disertai bekuan
darah. Apakah tampak pembukaan serviks, selaput ketuban, bagian janin
atau plasenta.
Periksa Dalam : perabaan
fornises hanya dilakukan pada janin presentasi kepala, usia gestasi di
atas 28 minggu dan curiga plasenta praevia. Nilai keadaan serviks,
apakah persalinan dapat terjadi kurang dari 6 jam, berapa pembukaan, apa
presentasi janin, dan adakah kelainan di daerah serviks dan vagina.
Pelvimetri Klinis : dilakukan pada kasus yang akan dilahirkan per vaginam dengan usia gestasi ³ 36 minggu atau TBJ ³ 2500 gram.
Klasifikasi Solusio Plasenta
a. Ringan :
perdarahan kurang dari 100 – 200 cc, uterus tidak tegang, belum ada
tanda renjatan, janin hidup, pelepasan plasenta kurang dari 1/6 bagian
permukaan, kadar fibrinogen plasma lebih dari 250 mg%.
b. Sedang :
perdarahan lebih dari 200 cc, uterus tegang, terdapat tanda pra
renjatan, gawat janin atau janin telah mati, pelepasan plasenta ¼ sampai
2/3 bagian permukaan, kadar fibrinogen plasma 120 – 150 mg%.
c. Berat :
uterus tegang dan berkontraksi tetanik, terdapat tanda renjatan,
biasanya janin telah mati, pelepasan plasenta dapat terjadi pada lebih
dari 2/3 bagian permukaan atau keseluruhan bagian permukaan.
DIAGNOSIS BANDING
Plasenta praevia, Vasa praevia.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
USG : menilai
implantasi plasenta dan seberapa luas terlepasnya plasenta dari tempat
implantasinya, biometri janin, indeks cairan amnion, kelainan bawaan dan
derajat maturasi plasenta.
Kardiotokografi : pada kehamilan di atas 28 minggu.
Laboratorium : darah
perifer lengkap, fungsi hemostasis, fungsi hati, atau fungsi ginjal
(disesuaikan dengan beratnya penyulit atau keadaan pasien). Lakukan
pemeriksaan dasar : hemoglobin, hematokrit, trombosit, waktu pembekuan
darah, waktu protrombin, waktu tromboplastin parsial, dan elektrolit
plasma.
Pemeriksaan Lain : atas indikasi medik.
KONSULTASI
Spesialis Anak, Spesialis Anestesi dan Spesialis Penyakit Dalam.
TERAPI
Terapi Medik
1. Tidak terdapat renjatan : usia gestasi < 36 minggu atau TBJ < 2500 gram.
a. Ringan : terapi
konservatif bila ada perbaikan (perdarahan berhenti, kontraksi uterus
tidak ada, janin hidup dan keadaan umum ibu baik) dan dapat dilakukan
pemantauan ketat keadaan janin dan ibu. Pasien tirah baring, atasi
anemia, USG dan KTG serial (bila memungkinkan) dan tunggu partus normal.
Terapi aktif dilakukan bila ada perburukan (perdarahan berlangsung
terus, kontraksi uterus terus berlangsung, dan dapat mengancam ibu dan
atau janin). Bila perdarahan banyak, skor pelvik < 5 atau persalinan
masih lama > 6 jam, lakukan seksio sesarea. Bila partus dapat terjadi
< 6 jam, amniotomi dan infus oksitosin.
b. Sedang / Berat : resusitasi
cairan, atasi anemia (transfusi darah), partus pervaginam bila < 6
jam (amniotomi dan infus oksitosin); bila perkiraan partus > 6 jam,
lakukan seksio sesarea.
2. Tidak terdapat renjatan : usia gestasi ³ 36 minggu atau ³ 2500 gram.
Solusio plasenta derajat ringan/sedang/berat bila persalinan lebih dari 6 jam, lakukan seksio sesarea.
3. Terdapat renjatan :
Atasi
renjatan, resusitasi cairan dan transfusi darah. Bila renjatan tidak
teratasi, upayakan tindakan penyelamatan yang optimal. Bila renjatan
dapat diatasi, pertimbangkan untuk seksio sesarea bila janin hidup atau
partus lebih lama dari 6 jam.
Terapi Bedah
1. Partus per vaginam dengan kala dua dipercepat.
2. Seksiosesarea atas indikasi medik.
3. Seksiohisterektomi
bila terdapat perdarahan postpartum yang tidak dapat diatasi dengan
terapi medikamentosa atau ligasi arteri uterina. Ligasi hipogastrika
hanya boleh dilakukan oleh operator yang kompeten